SELAMAT DATANG IKHWAN / AKHWAT PENGUNJUNG BLOG DAKWAH SALAFY. SEMOGA BLOG INI BERMANFAAT DAN ANDA MENDAPATKAN APA YANG ANDA PERLUKAN
Tampilkan postingan dengan label Ayat-Ayat Inspirasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ayat-Ayat Inspirasi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 29 Juli 2011

Dulu Haram Kini Halal

Pada suatu ketika di zaman Nabi Muhammad SAW ada seorang pencuri yang hendak bertaubat, dia duduk di majelis Nabi Muhammad SAW dimana para sahabat berdesakdesakkan di Masjib Nabawi.

Suatu ketika dia menangkap perkataan Nabi saw :

Barangsiapa meninggalkan sesuatu yang haram karena Allah, maka suatu ketika dia akan memperoleh yang Haram itu dalam keadaan halal

Sungguh dia tidak memahami maksudnya, apalagi ketika para sahabat
mendiskusikan hal tersebut setelah majelis dengan tingkat keimanan dan pemahaman yang jauh dibawah sang pencuri merasa tersisihkan.

Akhirnya malam pun semakin larut, sang pencuri lapar. Keluarlah dia dari Masjid demi melupakan rasa laparnya. Di suatu gang tempat dia berjalan, dia mendapati suatu rumah yang pintunya agak terbuka. Dengan insting pencurinya yang tajam ia dapat melihat dalam gelap bahwa pintu itu tidak terkunci…dan timbullah peperangan dalam hatinya untuk mencuri atau tidak. Tidak, ia merasa tidak boleh mencuri lagi. Namun tiba-tiba timbul bisikan aneh : “Jika kamu tidak mencuri mungkin akan ada pencuri lainnya yang belum tentu seperti kamu”. Menjadi berfikirlah dia, maka diputuskan
dia hendak memberitahukan/mengingatkan pemiliknya di dalam agar mengunci pintu rumahnya, karena sudah lewat tengah malam.

Dia hendak memberi salam namun timbul kembali suara tadi : “Hei pemuda!
bagaimana kalau ternyata di dalam ada pencuri dan pintu ini ternyata adalah pencuri itu yang membuka, bila engkau mengucap salam … akan kagetlah dia dan bersembunyi, alangkah baiknya jika engkau masuk diam-diam dan memergoki dia dengan menangkap basahnya !”
Ah.. benar juga, pikirnya.

Maka masuklah ia dengan tanpa suara… Ruangan rumah tersebut agak luas,
dilihatnya berkeliling ada satu meja yang penuh makanan – timbul keinginannya untuk mencuri lagi, namun segera ia sadar – tidak, ia tidak boleh mencuri lagi.

Masuklah ia dengan hati-hati, hehhh …syukurlah tidak ada pencuri berarti memang sang pemilik yang lalai mengunci pintu. Sekarang tinggal memberitahukan kepada pemilik rumah tentang kelalaiannya, tiba-tiba terdengar suara mendengkur halus dari sudut ruang….

Ahh ternyata ada yang tidur mungkin sang pemilik dan sepertinya perempuan cantik. Tanpa dia sadari kakinya melangkah mendekati tempat tidur, perasaannya berkecamuk, macam-macam yang ada dalam hatinya. Kecantikan, tidak lengkapnya busana tidur yang menutup sang wanita membuat timbul hasrat kotor dalam dirinya.

Begitu besarnya hingga keluar keringat dinginnya, seakan jelas ia mendengar
jantungnya berdetak kencang didadanya, serta tak dia sangka ia sudah duduk mematung disamping tempat tidur…Tidak, aku tidak boleh melakukan ini aku ingin bertaubat dan tidak mau menambah dosa yang ada, tidakk !!

Segera ia memutar badannya untuk pergi. Akan ia ketuk dan beri salam dari luar sebagaimana tadi. Ketika akan menuju pintu keluar ia melalui meja makan tadi, tiba-tiba terdengar bunyi dalam perutnya…ia lapar. Timbullah suara aneh tadi : “Bagus hei pemuda yang baik, bagaimana ringankah sekarang perasaanmu setelah melawan hawa nafsu birahimu?”

Eh-eh, ya. Alhamdulillah ada rasa bangga dalam hati ini dapat berbuat kebaikan dan niat perbuatan pemberitahuan ini akan sangat terpuji. Pikir sang pemuda.

Suara itu berkata: “Maka sudah sepatutnya engkau memperoleh ganjaran dari sang pemilik rumah atas niat baikmu itu, ambillah sedikit makanan untuk mengganjal perutmu agar tidak timbul perasaan dan keinginan mencuri lagi!!”

Berpikirlah dia merenung sebentar, patutkah ia berbuat begitu? “Hei – tiba2x ia tersadar serta berucap dalam hati – engkau dari tadi yang berbicara dan memberi nasihat kepadaku? Tapi nasihatmu itu telah menjadikan aku menjadi tamu tidak diundang seperti ini,
tidak.. aku tidak akan mendengarkan nasihatmu. Bila engkau Tuhan, tidak akan memberi nasihat seperti ini. Pasti engkau Syaithon….(hening).

Celaka aku, bila ada orang yang di luar dan melihat perbuatanku …. aku harus
keluar.” Maka tergesa-gesa ia keluar rumah wanita tersebut, ketika tiba dihadapan pintu ia mengetuk keras dan mengucap salam yang terdengar serak menakutkan.

Semakin khawatir ia akan suaranya yang berubah, setelah itu tanpa memastikan pemiliknya mendengar atau tidak ia kembali menuju masjid dengan perasaan galau namun lega, karena tidak ada orang yang memergoki dia melakukan apa yang disarankan suara aneh tadi.

Sesampai dimasjid, ia melihat Nabi saw sedang berdiri sholat. Di sudut ruang ada seorang yang membaca al qur-aan dengan khusyu’ sambil meneteskan air mata, di sudut sudut terdapat para shahabat dan kaum shuffah tidur. Dingin sekali malam ini, lapar sekali perut ini teringat lagi ia akan pengalaman yang baru dia alami, bersyukur ia atas pertolongan Allah yang menguatkan hatinya.

Tapi … tidak di dengar bisikan Allah di hatinya, apakah Allah marah kepadaku? Lalu ia menghampiri sudut ruang masjid duduk dekat pintu, dekat orang yang membaca al quraan.

Ditengah melamunnya ia mendengar sayup namun jelas bait-bait ayat suci……

“Dan mereka semuanya (di padang Mahsyar) akan berkumpul menghadap ke hadirat Allah, lalu berkatalah orang-orang yang lemah kepada orang-orang yang sombong:”Sesungguhnya kami dahulu adalah pengikut-pengikutmu, maka dapatkah kamu menghindarkan dari pada kami azab Allah (walaupun) sedikit saja Mereka menjawab:”Seandainya Allah memberi petunjuk kepada kami, niscaya kami dapat memberi petunjuk kepadamu. Sama saja bagi kita apakah kita mengeluh ataukah bersabar. Sekali-kali kita tidak mempunyai tempat untuk melarikan diri”. (QS. 14:21)

Dan berkatalah syaitan tatkala perkara (hisab) telah diselesaikan: “Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan akupun telah menjanjikan kepadamu tetapi aku menyalahinya. Sekali-kali tidak kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan (sekedar) aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kamu mencerca aku, akan tetapi cercalah dirimu sendiri. Aku sekali-kali tidak dapat menolongmu
dan kamu pun sekali-kali tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu”. Sesungguhnya orang orang yang zalim itu mendapat siksaan yang pedih. (QS. 14:22)

Bergetarlah hatinya mendengar perkataan Allah yang di dengarnya, berkatalah ia “Engkau berbicara kepadakukah, ya Allah?” Serasa lapang hatinya, semakin asyik dia mendengarkan bacaan suci itu, maka lupalah ia akan laparnya, segar rasanya badannya.
Cukup lama ia mendengarkan bacaan orang itu hingga tiba-tiba tersentak ia karena bacaan itu dihentikan berganti dengan ucapan menjawab salam. Terlihat olehnya pula bahwa pria itu menjawab salam seseorang wanita dan seorang tua yang masuk langsung menuju tempat Nabi Muhammad SAW sedang duduk berdzikir, dan wajah wanita itu … adalah wajah wanita tadi !!!???

Timbul gelisah hatinya, apakah tadi ketika ia berada di ruangan itu sang wanita pura-pura tidur dan melihat wajahnya? Ataukah ada orang yang diam-diam melihatnya, mungkin laki-laki tua yang bersamanya adalah orang yang diam-diam memergokinya ketika ia keluar dan mengetuk pintu rumah itu? Ahh … celaka, celaka….

Namun gemetar tubuhnya, tidak mampu ia menggerakkan anggota tubuhnya untuk bersembunyi atau pergi apalagi tampak olehnya pria yang tadi membaca al Qur-aan hendak tidur dan tak lama pun mendengkur. Dan ia lihat mereka sudah berbicara dengan Nabi saw…. celaka, pikirnya panik !!
Hampir celentang jatuh ia ketika terdengar suara Nabi Muhammad SAW. : “Hai Fulan, kemarilah !” Dengan perlahan dan perasaan takut ia mendekat. Ia berusaha menyembunyikan wajahnya. Ia mendengar sang perempuan masih berbicara kepada Nabi Muhammad SAW.

katanya : “…benar ya Rosulullah, saya sangat takut pada saat itu saya bermimpi rumah saya kemasukan orang yang hendak mencuri, dia mendekati saya dan hendak memperkosa saya, ketika saya berontak … ternyata itu hanya mimpi. Namun ketika saya melihat sekelilingnya ternyata pintu rumah saya terbuka sebagaimana mimpi saya dan ada suara menyeramkan yang membuat saya takut. Maka segera saya menuju rumah paman saya untuk meminta dicarikan suami buat saya, agar kejadian yang di mimpi saya tidak terjadi bila saya ada suami yang melindungi. Sehingga beliau mengajak saya menemui engkau disini agar memilihkan calon suami untuk saya”.
Nabi saw memandang kepada si pemuda bekas pencuri, lalu berkata : “Hai Fulan, karena tidak ada pria yang bangun kecuali engkau saat ini maka aku tawarkan padamu, maukah engkau menjadi suaminya?” Terkejut ia mendengar itu, cepat mengangguklah ia. Dan setelah sholat shubuh Nabi saw mengumumkan hal ini dan meminta para sahahabat mengumpulkan dana untuk mengadakan pernikahan dan pembayaran mas kawin si pemuda ini.
Setelah pernikahannya, tahulah ia akan arti perkataan Nabi Muhammad yang lalu :

“Barangsiapa meninggalkan sesuatu yang haram karena Allah, maka suatu ketika dia akan memperoleh yang Haram itu dalam keadaan halal”

sumber: Kisah Penuh Hikmah


Jauhilah Sifat Sombong

Bissmillahi rohmanir rohiim

Sombong adalah sifat takabur. Islam membenci sekali sifat sombong ini karena termasuk penyakit hati yang susah dihilangkan…

akibat sifat sombong, iblis di laknat Allah SWT meninggalkan syurga…

akibat sifat sombong, rezeki menjauh dari genggaman kita…

Sifat sombong itu menyangkut dari tingkah laku dan sifat, dimana tingkah laku dan sifat itu sendiri kemudian menimbulkan perasaan bahwa dirinya yang paling hebat dari pada yang lainnya…

Orang sombong selalu saja meremehkann orang lain dan sebagai akibat paling buruk sifat sombong itu bisa membuat kekufuran, kenapa bisa kufur mungkin itu pertanyaan kita karena dengan kesombongan itu dia merasa kenikmatan dan jerih payahnya itu didapat dari usaha kita sendiri, tentu ini pemikiran yang salah, ingatlah Allah yang mengatur semua ini.

Allah SWT berfirman dalam AL Quran

Sesungguhnya kami telah menciptakan kamu (adam) lalu kami bentuk tubuhmu, kemudian kami katakan kepada para malaikat “bersujudlah kamu pada adam” maka mereka pun bersujud kecuali iblis yang tidak termasuk bersujud (QS. al A’raf 11)

Allah bertanya pada iblis ” apa yang membuat engkau tidak bersujud kepada adam?”

iblis menjawab ” aku lebih mulia dari adam. engkau ciptakan aku dari api sedangkan adam dari tanah, ” jawab iblis

lihatlah kesombongan iblis di atas, jawaban dari pertanyaan Allah SWT yang membuat Allah murka dan mengutuk iblis selama lamanya keluar dari surga

CIRI CIRI ORANG SOMBONG

  • Suka akan pujian

Dari kata katanya dia merasa dirinya orang yang paling hebat sehingga timbul sifat ke Aku-annya dan merasa tanpa ada dia semua tidak akan bisa, tanpa jasa dia di pasti begini dan begini, dan sifat gila akan kehormatan selalu menjadi orang terhormat di mata teman temannya, astaugfirullah nudzubillah sering kali kita tergelincir pada kesombongan tersebut

  • Selalu menonjolkan diri

Dalam setiap pembicaraan selalu membawa harta sebagai topik utamanya atau jabatan serta ilmunya untuk merendahkan orang lain.

  • Egois dan memaksakan kehendak dirinya

Sifat percaya diri yang berlebihan dikarenakan ia merasa yakin sebagai orang yang paling hebat dan orang lain tidak berarti baginya, misalkan jika didalam musyawarah ia berpendapat dan pendapatnya ditolak maka timbullah sifat sakit hati dan dengki.

  • Merasa takut diremehkan

Jika ada orang yang meremehkan dirinya ia menjadi sangat tersinggung. hatinya benci dan dendam.

  • Sukar sekali diberi nasehat dan merasa benar

Jika di kasih kebenaran dan nasehat dia sering menyanggah, menggubris dan berusaha mempertahankankan pendapatnya sehingga timbul pembenaran untuk dirinya.

Ingatlah, orang baik itu sebenarnya bukan atas pandangan dan penilaian manusia karena penilaian manusia itu hanya bersifat sementara dan bersifat duniawi jangan mengira jika kita pandai mulia disisi Allah, jangan merasa puas apa yang kita lakukan sesunggunya orang baik itu ditentukan oleh iman dan akhlak.

Sesunggunhyan orang yang tawadhu dihatinya dalam setiap pergaulannya dia tahu diri dimana dia berada, pantaskah dia berada disana, dan bersama siapa dia bergaul.

Menurut ulama salaf untuk menghilangkan kesombongan itu sendiri seharusnya dengan riyadah (latihan sungguh sungguh) agar tidak terbiasa dengan kesombongan tsb.

  • Suka memalingkan muka

Allah berfirman

Dan janganlah kamu memalingkan muka dari manusia (karena kesombongan) dan jangan kamu berjalan dimuka bumi ini dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang angkuh dan membanggakan diri (QS. Lukman 18)

Rosulullah Bersabda

“Allah tidak melihat dengan pandangan rahmat terhadap orang yang menurunkan kain lebih dari mata kaki karena sombong”

“Ada tiga golongan manusia yang akan masuk neraka yaitu pengusa yang dzolim, orang yang kaya enggan membayar zakat dan orang miskin yang sombong”

“Tidak ada masuk syurga orang yang didalam hatinya terdapat kesombongan walau seberat biji sahwi”



AKIBAT DARI SIFAT SOMBONG

  • Dijauhi oleh teman teman yang selama ini mengenalnya akibat kesombongannya tersebut.
  • Menyuburkan orang tersebut untuk melakukan perbuatan yang merendahkan (mengejek) orang lain.
  • Kesombongan juga menghapus hak orang lain sebab orang yang sombong cendrung berbuat sewenang wenang.
  • Kesombongan menghambatnya Rezeki dari Allah Swt.

Rosulullah orang yang paling tawadhu saja sering sekali berdoa ” Aku berlindung kepadaMU dari datangnya kesombongan yang tiba tiba”


Nabi bersabda

Sesunggunya Allah mewahyukan kepadaku agar kalian bersifat tawadhu (merendahkan diri) hinga salah satu sesorang tidak melanggar hak seorang lainnya dan salah seorang dari kalian tidak akan menyombongkan diri terhadap orang lain” ( HR. abu dawud)

Mudah Mudahan artikel ini bermanfaat sebagai Muhasabah diri sendiri termasuk saya pribadi agar kita sebagai muslim bersikap rendah hati (tawadhu) kepada siapapun dengan tidak membangakan sesuatu baik itu dari segi dunia (harta), ilmu serta ibadah kita. Ingatlah penilaian manusia hanya bersifat sementara. Sungguh Allah Maha mengetahui dibalik hati kita semua..

Wa’allahu A’lam Bi-showab


Hidayah untukmu Sahabatku

Bismillahi Rohmanir Rohiim..

Bersyukur pada Alloh SWT…
Sholawat dan salam kepada Nabi muhammad SAW…

Wahai sahabatku…
Kita tidak mungkin Islam kalau nenek moyang kita tidak mengorbankan hidup mereka..
Harta dan segala segalanya hanya karena Alloh SWT…

Sahabat sahabat nabi meninggalkan rumah…
Sahabat sahabat nabi meninggalkan negara…
Hanya untuk menyebarkan ajaran islam…

Mereka mempunyai berbagai kesenangan…
Mereka juga mempunyai keluarga…
Mereka tinggalkan semua itu…

Betapa sabarnya wanita wanita dan anak anak itu…
orang yang pergi dan tidak kembali itu amat sangat dihormati…

Kenapa demikian???
Untuk memberitahu kepada khalayak ramai…
Tentang perintah dan hukum Alloh SWT agar manusia bisa selamat…
mereka memberitahukan tentang seruan dan teguran Alloh SWT untuk mencapai puncak kesempurnaan…

Wahai sahabatku…
Jangan kita lalai dengan hukum dan perintah Alloh..
Marilah kita sama sama menaati perintahNYA…

Takutlah hanya karena Alloh…
Bersandarlah padaNya…
Bermurah hatilah dan selalu berbuat baik pada sesamamu…

Janganlah sombong dan melukai sesamamu…
Hormatilah Alim Ulama…
Jagalah kawan kawanmu…
Nasehatilah orang orang yang kamu sayangi…
Prihatinlah terhadap penderitaan sesamamu…

Bersabarlah wahai sahabat sahabatku..
Alloh akan membantu orang orang yang bersabar..
Karena sudah disebut di dalam Al Quran…
Bahwa Alloh akan bersama dengan orang orang yang bersabar…

Wa’allahu A’lam Bi-Showab

اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ

Tunjukkanlah kami jalan yang lurus